Sebagaimana dalam entri sebelum ini, telah tersampaikan bahwa tulisan ini disusun awalnya demi memenuhi agenda pematerian pada acara TM 1 SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta. Namun kemudian sebab beberapa hal, pematerian tidak diadakan. Hehe. Maka, semoga ini lebih termanfaatkan bila disampaikan lewat blog.

___

Bismillaahirrohmaanirrohiim.

Tulisan ini dibuat setelah penulis mengusaikan bacaan novel Ayat-ayat Cinta karangan Habiburrahman El Shirazy, atau yang akrab disebut Kang Abik. Betul, luar biasa pengaruhnya terhadap perasaan penulis yang seketika diliputi malu sebab belum banyak memahami soal kehidupannya. Betapa ternyata di dunia ini telah banyak ditunjukkan tanda-tanda kekuasaan-Nya, bila kita betul-betul mau berupaya menangkapnya. Sebuah ceramah suatu kali menyampaikan, bahwa wahyu Tuhan itu laksana hujan yang diturunkan dari langit demi memberikan kehidupan yang subur di bumi. Alangkah tenteram hati yang seperti telaga luas sehingga bisa menerima kandungan dan hikmah ayat-ayat-Nya. Sedangkan bila mana hati hanyalah seluas kubangan air, maka betapa sempitnya sehingga akan sulit kita menerima wahyu tersebut. Semoga kita termasuk golongan manusia yang memiliki hati seperti telaga tadi. Aamiin.

Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), sebagaimana yang disampaikan oleh Mas Azaki Khoiruddin dalam buku Demi Pena, merupakan organisasi Muhammadiyah sayap pelajar yang fokus pada persoalan-persoalan pelajar dan dunianya. Sedangkan, tujuan dari IPM sendiri adalah terbentuknya pelajar muslim yang berilmu, berakhlak mulia, dan terampil dalam rangka menegakkan dan menjunjung tinggi nilai-nilai ajaran Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Di antara sedikit banyak spirit perjuangan yang dimiliki oleh IPM, terdapat gerakan yang dinamakan 3T, yakni Tertib Ibadah, Tertib Belajar, dan Tertib Organisasi. Sebagai pelajar yang mengaku bangga sebagai kader IPM, tentunya semangat 3T ini tiada boleh ditinggalkan saat dia akan berangkat menuju medan perjuangan.

Nah, sebagaimana yang tersampaikan dalam paragraf pembukaan bahwa dalam kehidupan ini Allah SWT telah menebarkan ayat-ayat-Nya sebagai tanda yang perlu diupayakan untuk ditemukan, maka begitupun dalam berjuang di IPM dibutuhkan adanya usaha bergerak sekaligus memaknai hikmah setiap gerakan tersebut. Oleh penulis, yang masih sedikit pemahamannya dan semoga bisa terus menambah ilmunya, menyuratkan pemaknaan gerakan 3T sebagai sebagian ayat-ayat cinta berjumlah tiga dalam berjuang di IPM. Sehingga menjadi jelas bahwa judul makalah “Ayat-ayat Cinta (3) dalam Berjuang di IPM” sama sekali tidak bermaksud menyaingi buah karya Kang Abik. Meskipun, karya beliau cukup mengilhami penulisan makalah ini—hehe.

TERTIB IBADAH

Allah SWT dengan sangat lembut dan romantis menjelaskan kepada kita dalam QS Az-Zariyat (51) ayat 56, “Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepadaku.” Setiap perbuatan kita di dunia ini bisa bernilai ibadah bila dimulai dengan mengucapkan basmalah. Sebagaimana dalam sebuah hadist, “Segala sesuatu (aktivitas yang baik) yang tidak dimulai dengan bismillah, akan terputus (nilai keberkahannya).” (HR Bukhari dan Muslim) dengan begitu baiknya kita tergerak untuk terus menghadirkan Allah SWT di setiap kejadian yang kita alami.

Berjuang di IPM semoga menjaga ibadah. Untuk itu, segala upaya yang dilakukan janganlah sampai malah makin menjauhkan diri dari Allah SWT. Sebab seharusnya malah semakin mendekatkan.

TERTIB BELAJAR
Dalam QS Al-Kahfi (18) ayat 109, Allah SWT menyampaikan, “Katakanlah (Muhammad), “Seandainya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, maka pasti habislah lautan itu sebelum selesai (penulisan) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula).” Lalu dilanjut dalam QS Luqman (31) : 27, “Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya kalimat Allah tidak akan habis ditulis.”

Sebagai pelajar yang memiliki sifat pembelajar, perlu kita miliki sikap yang haus akan ilmu, kemana-mana ingin tahu. Tetapi sebagaimana seorang pembelajar yang berbudi, perlu juga dipahami bahwa ilmu juga perlu diajarkan dan diamalkan. Sehingga tidak hanya terkesan sebagai pelajar yang mencari nilai rapor di sekolah, melainkan juga mendapat nilai rapor unggul di hadapan Tuhan.

TERTIB ORGANISASI
Allah SWT berfirman dalam QS Ali Imran (3) ayat 104 yang juga menjadi salah satu semangat perjuangan Muhammadiyah, “Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang munkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” Selanjutnya, Allah SWT juga berfirman dalam QS Ash-Saff (61) ayat 4, “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur, mereka seakan-akan seperti suatu bangunan yang tersusun kukuh.”

Sebagaimana cita-cita IPM yang menginginkan pelajar muslim sejati, maka upaya yang dilakukan adalah dengan mengajak kepada yang makruf (mendekatkan diri kepada Allah) dan menjauhkan dari yang munkar (menjauhkan diri dari Allah). Untuk memperjuangkan itu semua, seorang kader IPM akan kesulitan bila sendirian, oleh karenanya Allah SWT mengajak kita untuk berjuang bersamaan demi menggapai tujuan.

KEPADA PARA PEJUANG
Allah SWT berseru begitu meneduhkan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman melalui QS Muhammad (47) ayat 7, “Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” Penulis juga hendak menyampaikan QS At-Thalaq ayat 2 yang mengingatkan, “Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya.” Begitupun seorang motivator, Rhenald Kasali, turut memberikan semangat kepada segenap pejuang, “Setiap langkah yang terasa berat, artinya Anda sedang meningkat. Setiap langkah yang terasa biasa, artinya Anda turun tingkat.”

Yogyakarta, 3 Jumadil Awal 1439
Dengan kaki yang kedinginan sehabis hujan
Semoga memperoleh kebarakahan

REFERENSI DAN INSPIRASI

  1. Mushaf Al-Quran terbitan Cipta Bagus Segara.
  2. Artikel “Kalimat-kalimat Allah Subhanahu wa ta’ala” oleh Ustadz Nur Khlis Kurdian dalam website http://almanhaj.or.id (Media Islam Salafiyyah, Ahlussunnah wal Jama’ah) sekadar demi mengambil beberapa ayat-ayat Al-Quran.
  3. Artikel “Keagungan Bismillah” oleh Muhbib Abdul Wahab dalam website m.republika.co.id
  4. Buku Demi Pena oleh Azaki Khoiruddin (Sekjen IPM 2014 – 2016) yang diterbitkan oleh PPIPM.
  5. Buku Ayat-ayat Cinta oleh Habiburrahman El Shirazy yang memberikan motivasi dan inspirasi, meskipun secara substansi makalah ini tidak terlalu diberinya isi.

This Post Has 2 Comments

    1. Tes

Tinggalkan Balasan