Bahagia: Harta, Tahta, atau Wanita?

Tidak ada yang sempurna.

Kita tidak akan memiliki banyak bahkan semua yang ada di dunia ini. Kita sangat kecil.

Kadang aku merasa pilu ketika seseorang tergoda pada harta, tahta, dan wanita. Tidak ada yang akan memiliki kesemuanya dalam sekejap. Atau setidaknya tidak ada yang akan memiliki kesemuanya itu dalam kebahagiaan yang nyata. Karena kita sudah berbicara soal keinginan semata.

Entri sebelum ini, aku mengupas drama korea. Ini sebenarnya sebuah makna mendalam yang sepertinya aku petik dari sana. Makna sederhana.

Beberapa orang mengenyampingkan keserakahannya untuk uang demi mendapatkan tahta, supaya ia merasa diadakan. Dihabiskannya uangnya sedemikian rupa karena ia percaya rasa puasnya itu akan terganti dengan ia menjadi seorang pemimpin kerajaan, penguasa, atau tokoh-tokoh lainnya. Ada juga yang memenangkan hasratnya terhadap wanita dan menggeser keinginannya untuk menjadi raja dan menjadi kaya. Sedikit romantis memang. Tetapi juga bisa gila. Dilakukannya berbagai cara supaya dapat meraih gadis yang dicintainya. Selain itu bisa jadi ada yang rela tak bersama cintanya, bahkan menikah dan bersama orang lain, hanya karena orang-orang itu bisa memberikan kebahagiaan dunia yang lebih beruba harta dan kekuasaan.

Lucu sekali, aku terkekeh.

Soal memenangkan keinginan dan prioritas ini, semua itu begitu remeh temeh, tapi banyak orang yang berlomba-lomba meraihnya. Padahal ketika sampai pada titik di mana mereka mencapainya, semua itu omong kosong, kebahagiaan yang begitu kecil mungil ternyata tak sanggup memenuhi kepuasaan batin. Mereka bergeleng sendiri, “Aku sudah punya yang aku miliki, tapi aku tak bisa mendapat kebahagiaanku. Apa itu?”

Tidak ada yang sempurna, termasuk kebahagiaan.

Harta, tahta, dan wanita. Itu hanya segelintir kebahagiaan. Sedang pelengkap kebahagiaan adalah adanya keikhlasan di setiap kepemilikan hal-hal itu. Tanpa sombong dan angkuh mengakui kesemua itu adalah milik Yang Maha Memiliki, Yang Maha Kuasa, Yang Maha Pemberi, dan kita hanyalah hamba yang dipercaya menjaganya secara kebetulan.

Maka kebahagiaan itu munculnya akan bersama dengan hal-hal yang mengajarkan kita perihal keikhlasan, bisa jadi yaitu kehilangan. Harta, bersama dengan sulitnya kehilangan harta untuk berbagi. Tahta, bersama dengan beratnya kepercayaan rakyat. Wanita, bersama dengan riwuhnya menghadapi perbedaan dan perpisahan.

Sumber gambar :
http://hariannusantara.com/wp-content/uploads/2016/10/%E2%80%9CMoon-Lovers-Scarlet-Heart-Ryeo%E2%80%9D-Berhasil-Rajai-Rating-Di-Episode-17.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *