Beberapa Patah Puisi (2)

AKU BUKAN PENGHIANAT

Masa lalu terlalu pilu
Mencipta ragu
Akankah masa depan jadi mampu
memelukku yang malu
sebab kerap ditiduri cerita buntu

Masa lalu
Telah menjadi hulu
bagi kecemasanku
Tapi, begitu

Masa depan, mohon maafkan
Engkau sungguh pengertian
Pada masa lalu tak kuinginkan penghianatan

Masa lalu
Engkau bagian dari aku dari dulu
Mari bersamaan dalam haru
Menggandeng masa depan di ujung pintu
Ia menunggu

Yogyakarta, 16 Jumadil Awal 1439

REALISTIS

Timbul kernyitan dahi
Atas realita yang dihadapi
Mundur artinya cita-cita mati
Maju artinya cita-cita dikuliti
Aku seorang idealis yang tersakiti
Kini
Mencoba membenahi diri

Yogyakarta, 1-2 Jumadil Awal 1439

KEPADA TUAN

Aku pelacur yang kemarin
Engkau temui di serambi musala

Aku pelacur yang hendak kembali
Tapi memilih melarikan diri
Tidak sampai hati
Bersanding dengan tuan
Dunia ini begitu keji
Semoga akhirat menjadi jawaban

Yogyakarta, 5 Jumadil Awal 1439

___

Perasaan :

Ada rasa syukur luar biasa yang ingin kusampaikan. Alhamdulillah, terima kasih ya Rabb. Terlalu banyak pribadi silih berganti memberi inspirasi, dengan berbagai jalan, dengan berbagai pengalaman. Indahnya, betapa banyak tulisan menjadi tumpah ruah (meskipun tidak sekencang biasanya) sebab beberapa teman menjadi alasan.

Bukankah menyenangkan?

Apapun keadaan, sejatuh-jatuhnya perasaan, masih diberi kesempatan menemukan satu-dua kebaikan yang menjadi alasan kebahagiaan. Terima kasih, impulsnya. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *