Recent Posts

Bagi orang-orang yang semangatnya ‘mut-mutan’, alias kadang kaku kadang semutan, kayak aku, bertemu dengan orang-orang besar menjadi serasa pijetan: enak dan menyegarkan. Senang sekali, alhamdulillah di hari Jumat barokah masih diridhoi bernapas dan masuk kelas.

“Sapa? Sapa sing nakali, Nduk? Kene, kene, tak jewer e bocah e,” lalu didekatinya dua kakakku yang usilnya luar biasa sambil mencubit daun telinga masing-masing mereka.     Seperti biasa, aku berseteru lagi dengan kedua

Kami sama-sama kebingungan dan buta jalan soal pembahasan cinta-cintaan. Wadidaw. Ketidaktahuan kami akan masa depan membuat maju-mundur-maju-mundur adalah keputusan yang sekarang bisa dijadikan alternatif tidak solutif. Pasalnya, mayoritas keputusan itu hanya hasil ‘godhogan’ hati yang memang

Aku turut berduka atas apa yang menimpa diriku sendiri hari ini. Hihi, hilih. Juga teman-teman yang mungkin menghadapi hal serupa. Percayalah, bahwa demi ‘mendapatkan’, kadang kala kita diminta ‘mengorbankan’. Sengaja aku bold, pas bijak mode