Bukan Sekadar Kata-kata

Pernah takut? Tentu. Aku pun begitu. Sekarang pun bisa jadi, rasanya tak menentu.

Hari ini pertama kucicipi rasanya bangku kuliah. Oke, meskipun nggak ada jadwal kelas. Selama tiga hari ke depan jadwalku adalah tes kemampuan Bahasa Inggris. Mmmm, bukan itu sih alasanku takut. Apa ya? Sedikit lucu bila aku ketik alasan ketakutanku. Hehe. Atau bukan lucu ding, melainkan wagu. Yakduh. Allohu akbar.

Baiklah, akan kubagi padamu, wahai sahabat readersku. Meskipun aku ragu sekarang masih adakah manusia yang akan stalk blog-ku, hehehe.

Aku takut… akan masa depan.

Apa yang akan aku hadapi. Siapa yang ada di sampingku saat itu. Menakutkan. Mengerikan. Membuatku tidak bisa berpikir baik dan tenang. Dan di sana jangan-jangan aku sendirian. Tidak ada teman. Atau mungkin ada, satu-dua, yang mereka pun sebenarnya percuma adanya (karena sekadar teman-teman ala kadarnya). Bagaimana? Aku harus apa?

Tidak tenang. Tidak ada yang menenangkan.

Alloh, Alloh. Gemetar rasanya. Panas dingin rasanya. Aku meringkuk di sudut ruangan. Sendirian. Keringatku keluar tiada habis. Teriakanku kosong. Dayaku hilang tanpa sanggup kupegang.

Alloh, Alloh. Aku ketakutan.

Tiada yang bisa kulakukan, kecuali berupaya—sendirian. Harus apa?!

Lalu aku menutup mata. Di atas sajadah, sendirian, aku mengais ketenteraman kalbu. Aku mengemis kekayaan jiwa. Aku menangis atas sesuatu yang entah apa. Sesuatu di depan. Karena saking takutnya.

“Kamu punya Allah…..”

Gemetar masih menguasai badanku.

“Kamu punya Allah…..”

Entah kapan tangisku berakhir.

“Kamu punya A-L-L-A-H…..”

“…penguasa alam semesta…”

“…la haula wala quwwata illa billah…”

“…Ahimsa, kamu punya ALLAH!”

Aku diam, tapi tetap menangis. Bahkan lebih keras. Lebih keras lagi. Makin keras. Kian keras tanpa bisa kutahan. Semua lepas. Aku menangis selepas-lepas dan seringan-ringannya. Aku menangis!

Kali ini untuk alasan berbeda.

Aku bersyukur.

Kata-kata yang biasa terdengar dan diungkap banyak manusia, kupikir hanya main-main dan sekadar pelengkap paragraf omongan belaka. Ternyata dia menyimpan kekuatan luar biasa.

Bacaannya : Kamu punya Allah, lalu apa yang mesti ditakutkan?

Di kantor pergerakan. Di ruang renungan. Jalan Sultan Agung nomor 14.
Yogyakarta, 14 Agustus 2017

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *