05 Des 2020
Bahasa, Kontemplasi, Organisasi, Sastra

Aku Takut Tersandung 

“Save me from myself,” begitulah lirik favorit yang disenandungkan seorang Harris. Aku sempat berpikir sudah sembuh dari sakit-sakit yang menjangkiti kalbu. Aku selalu bilang, waktu itu obatnya. Tapi ternyata tidak semata-mata waktu. Kadang satu dua momen aku lepas kendali dan membiarkan penyakit itu datang kembali….

Bahasa

Jalan Pembebasan Seorang Penyakitan 

Aku tidak tahu sakit apa yang menyerangku semengerikan ini. Memang tidak meriang, tidak batuk, tidak pilek, tidak pingsan, tidak sembelit, tidak pusing, intinya tidak ada gejala sakit seperti biasanya. Pokoknya aku hanya merasa sakit. Penyakit ini datang tiba-tiba dan membuatku uring-uringan. Gejalanya cuma satu: aku mengalami…

Bahasa, UGM

Dubes untuk Rusia Menyapa Kami! 

Bagi orang-orang yang semangatnya ‘mut-mutan’, alias kadang kaku kadang semutan, kayak aku, bertemu dengan orang-orang besar menjadi serasa pijetan: enak dan menyegarkan. Senang sekali, alhamdulillah di hari Jumat barokah masih diridhoi bernapas dan masuk kelas. Hari ini spesial sekali, selain karena mata kuliah Realist Naturalist…

Bahasa

Kekuatan “lain” dalam Tes TOEFL 

Hello, hello, how are you? Hello, hello, hello, I am very well~   Hehe, begitulah lirik lagu zaman Sekolah Dasar yang dulu diajarkan oleh Miss Erma—guru bahasa Inggrisku yang paling cantik sedunia.   Bagaimana kabar kalian, Sahabat-sahabat? Kuharap selalu baik-baik dan penuh semangat. Oya, sepertinya…

Bahasa, Kontemplasi

KORAN 3: Menjaga Hubungan 

Semakin kemari, daku semakin diingatkan lagi dan lagi bahwa yang terpenting dalam perjalanan hidup ini bukanlah mengenai senangnya atau sedihnya, melainkan bagaimana kita memaknainya. Terkadang senang yang diisi canda tawa hanya akan menjadi kenangan kosong belaka ketika tiada hasil dialog dengan hati yang pada nantinya…

Bahasa, UGM

Cita-cita, Cinta, dan Cerita 

Jangan, jangan pergi, wahai mimpi-mimpi. Berbagai masalah kuhadapi, tapi aku tidak mau sendiri. Berkali-kali kutemui hasrat ingin lari, “Tolong! Aku tersiksa di sini!” Tiga kalimat di atas tertuang pada malam 4 Sya’ban lalu, tapi ndak berlanjut karena kepalaku cenat-cenut sebab bingung supaya kata-kataku saling bertaut….