“Aku bingung. Aku yakin banget….eh yakin aja kalau dia itu cewe yang terbaik buat aku. Setiap aku ngeliat dia, rasanya beda, gak kayak kalau aku natap mantan-mantanku dulu.”

          Aku yang terbaik, tidakkah kau melihatku yang ada di hadapanmu ini?
          Aku menjerit di dalam hati.

          “Menurutmu, aku harus mengungkapkan rasaku padanya? Aku tak mungkin terus menyimpannya..,” kau menatapku penuh harap, sama sekali tak menyadari sakit yang aku rasakan. Aku hanya tersenyum, berusaha terlihat penuh keyakinan.

          Kejadian sepulang sekolah ini begitu aneh. Kejadian yang membuat teman-temanku meleleh. Kejadian yang membuat teman-teman kelasku terpukau dan berteriak girang, “terima, terima!”, namun malah membuatku merasa runtuh. Entah untuk ke berapa kalinya aku mengalami rasa sakit yang sama, tiap kau mengungkapkan perasaanmu pada gadis lain.
          Setiap bibirmu bercerita padaku tentang gadis lain.
          Setiap kau mengatakan aku sahabat terbaikmu.
          Kau tidak menyadari aku hancur. Entah apa aku bersalah karena rasaku ini. Apa selama banyak waktu yang kita lewati, apakah kau tak menyadari rasa cintaku? Apa kau tak pernah menatap mataku dengan jelas?

          Apa ini?
          Apakah aku yang bersalah karena mencintai seseorang yang tidak peka?
          Namun tidak. Aku tahu kau sangat peka, sangat peka dengan kata ‘banget’, secara refleks kau langsung mengubahnya menjadi ‘aja’. Tapi untukku?
          Apa semua laki-laki seperti itu?

Tinggalkan Balasan