Readers, biar aku lebih lepas menulis entri kali ini, aku akan membayangkan sedang berbicara bersama buku harianku. So, aku mulai dari:

          Dear, Diary
          Aku sedang berpikir sesuatu, Diary. Ini tentang awanganku.
          Entah mengapa, aku memikirkan kematian.
          Aku pernah mendengar banyak karakter film membicarakan bagaimana detik-detik kematian mereka, lalu saat mereka tak ada, bahkan hari-hari biasa setelahnya.

          Taukah Diary apa yang aku pikirkan?
          Aku penasaran dan khawatir, bila nanti jiwaku telah diminta kembali melepas daging dan kulit yang selama ini tumbuh bersamaan. Bukankah aku terlalu muda untuk memikirkannya menurutmu? Namun bahkan bayi pun dapat mengalaminya beberapa detik setelah bertemu dunia, bukankah aku pun juga bisa saja?

          Aku takut, Diary, apa yang akan terjadi?
          Apa yang akan kubawa ketika malaikat kubur menemuiku?
          Dapatkah kuungkapkan segala hal baik yang telah kulakukan selama napasku masih berhembus? Sudah terjaminkah diriku layak mendapat ampunan dan pintu suwarga?
          Amal-amal duniaku serasa sudah kulakukan, sungguh, tapi aku khawatir dengan bekal akhiratku. Sungguh benarkah aku telah mengerjakannya?

          Kadang dalam sepi, aku menengok sisi kanan kiriku, wahai Raqib dan Atid, bagaimana nilaiku hari ini? Aku sadar, seharusnya dengan kesadaranku memiliki dua sahabat yang selalu mengawasi itu aku sebaiknya menjaga lakuku, tapi sudah seperti itukah?

          Benar, Diary, aku juga mengkhawatirkan mereka yang hidup di tempatku.
          Kesan apa yang akan mereka terima dariku semasa hidup?
          Sungguh ingin aku merajut kebaikan yang akan menjadi salah satu bawaanku dalam menyebrangi sungai berapi demi menuju suwarga nanti.

          Diary, bagaimana ketakutanku ini akan membantuku lebih tenang?
          Penciptaku, Allah swt, menciptakanku demi tujuan agar dapatku belajar dan meraih cinta-Nya, dan bila aku memperoleh awangan ini, bukankah ini salah satu petunjuknya?
          Bukankah begitu Diary?

Tinggalkan Balasan