Lebih Dari Ceriwis

Seorang cewe yang aku nobatin sebagai cewe ceriwis ini namanya Aisyah Ayu Melati..siapa gitu. Sebut aja Sasha.
Cewe ini adalah temen SMA pertama yang mau aku ceritain di blog.
Nah Sasha, kamu beruntung sekali, Nak. Wkwk.

Oya, pertanyaannya:  Kenapa setelah sekian lama aku baru cerita tentang salah satu temen di SMA?
Nah, itu tanyakan pada kurikulum yang bergoyang. Sungguh rasa penat ini tak kunjung reda bila terus diingatkan oleh lembaran-lembaran kitab Matematika, Fisika, Kimia yang menempatkan bebannya di pundak dan otak hingga sang waktu pun mengeluh karena diriku tak pernah lagi merasa bebas.. Oh tidak, mulai lebaynya.

Oke-oke. Wkwk. Cus balik ke Sasha.
Jadi, ada sesuatu yang spesial yang pengen aku kowar-kowarin ke kalian soal manusia ceriwis ini. Oya, ceriwis ini dikarenakan suaranya yang wak wek wak wek gak pernah berenti kalau di kelas. Emm.. Kurikulum 2013 ini makin mendorongnya untuk ber wak wek wak wek mengintrograsi orang-orang yang lagi presentasi dengan ‘caplokan’ pertanyaannya.
Dan yeah.. sesuatu yang spesial.
Oke, cerita pertama dimulai saat seorang temanku yang lain bernama *** mau ikut dance. Itu berarti dia bakal lepas kerudung. Nah, si mbak wak wek pun yang sangat peduli dengan *** terus menasehati agar *** mempertimbangkan lagi keinginannya ikut dance.
Ah, andaikan kalian ada di tengah percakapan Sasha dan *** pasti kalian akan ikut geregetan sama si ceriwis itu. Yap, karena aku juga ngrasa begitu. Tapi dia benar-benar menunjukkan kepeduliannya pada temannya, meski aku tahu cara menasehatinya buat geregetan, tapi sumfah pengen tak kasih pujian apa lagi sih liat beraninya dia, ya amfyuun.

Cerita kedua. Sasha bukan orang ceriwis biasa, yang cuma wak wek di telinga orang tapi gak ada isinya. Dia anak teater. And u know kan? Teater SMAN6YK itu gimana kecenya. Nah, si ceriwis ini jadi pemainnya yang top jer buat geregetan penonton di acara #ARTDAY2014 ini. Huhah. Dan yang harus kalian tahu dan ditebelin dan dicapslock dan diunderlinenin dan diitalickin adalah Sasha satu-satunya pemain #ARTDAY2014 yang pakai hijab. Omg hellow kalau kalian gak mangap-mangap baca itu. Sebuah cerita pendek nih ya….
Jadi, jauh sebelum pentas ada seseorang yang memintanya untuk lepas kerudung demi penampilan itu. But, Sasha is Sasha. Dia berani bilang ke orang yang jauh lebih dihormati dari dia “Ini prinsipku.” W.O.W aja.

Uh, tangguh aja. Si ceriwis ini sontak buat aku malu sama diri sendiri. Aku ngaca ke dalam diriku. Mungkin gak sih aku nglakuin kaya yang Sasha lakuin? Aku takut jawabanku salah sama harapanku.
Si mbak wak wek yang selalu buat geregetan kelas, hari ini dia lebih buat hatiku geregetan. Lebih dari yang mungkin kalian bayangin. Aku cerita bukan pengen buat kalian ikut gereget, bukan pengen buat kali cuma ‘ah oh ah oh’. Ini Sasha, lebih dari sekedar orang ceriwis, dia memiliki sesuatu yang lebih berharga. Kehormatan.

Kehormatanmu, auratmu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *