Mengenang Satu Tahun: Banyak, ya!

Salam, Sya’ban! Tanggal 17 April 2018 sudah lewat, selamat tengah malam! Sore tadi tidak sedikit gelisah harap-harap cemas dihinggapi oleh sebagian teman-teman SMA lulusan tahun ini. Pengumuman SNMPTN 2018 menjadi gerbang awal ujian bagi tawakal dan keikhlasan. Aduh, duh. Cemburuku padamu yang merasakan “dag, dig, dug” membuka layar pengumuman itu. Kuingat hari itu, kupaksa diri untuk menerima apapun kenyataan yang harus dihadapi.

Entah, sebahagia apapun aku saat itu, yang aku tahu itu tidak pernah mengalahkan kebahagiaan Babe dan Ibu. Tentunya bahagia mereka berlipat-lipat. Alhamdulillah!

Boleh dikatakan momen hari ini membuatku tergerak untuk mengingat satu tahun ke belakang, meskipun bukan maksudku sekadar akan berbicara perihal pengumuman SNMPTN saja. Jauh lebih banyak, seharusnya. Sebab, satu tahun lalu memang terlalu banyak hal yang enak dan bijak untuk disimak. Hehe. Oh iya, ngomong-ngomong kini aku berada dalam keadaan lapar, rasanya menuntaskan tulisan ini akan sedikit mengisi perut sebentar.

1. Keluarga IPM Jogja
Sayang sekali, kemarin di tanggal 2 April 2018 tega-teganya kulewatkan momen menebarkan binar bahagia yang ada karena menyadari setengah periode sebagai keluarga besar IPM Jogja telah terlewat. Ikatan ini memang memberi banyak pengalaman soal organisasi, tapi lebih dari itu diriku menemukan yang namanya keluarga. Susah senang kuterima, hanya mungkin sebab namanya manusia tempatnya salah dan lupa, upaya untuk mencipta hubungan baik harusnya bisa kujaga.

Banyak diajarkan untuk mencipta komunikasi romantis dalam berbagai momen, bukan cuma saat butuh untuk kerjaan, melainkan sebab panggilan pertemanan. Kurasakan harus belajar lagi, dan lagi, dan lagi, dan lagi. Diriku harus belajar basa-basi dari sosok-sosok yang idaman mendekati. Sedikit-sedikit perlulah bertanya kabar, “Lagi sibuk apa? Udah makan belum? Eh, kabarnya gimana?” bahkan sesekali menyenggol lewat canda “Rindu ya lama nggak jumpa?” Aduh, indahnya belajar. Susah tapi harus tegar.

2. #LulusSeru vs #LulusBerfaedah
Jadi, singkat cerita walaupun tidak sesingkat cerita di antara kita (apa sih, Hims), tahun lalu juga sedang panas-panasnya momen kelulusan. Pecah dua agenda besar yang secara ide bisa dibilang sama, walaupun bentuk kegiatannya juga ndak sama plek. Tapi tujuan pengumpulan massa untuk kegiatan yang positif itu sangat–sangat sangat sangat–sama. Hehe. Yang pertama, LULUS SERU dari PD IPM Kota Yogyakarta dan yang kedua, SUNGKEM dari STUCASH (yang kebetulan memiliki tagline #LulusBerfaedah). Intinya, LULUS SERU lebih diarahkan ke sekolah Muhammadiyah sedangkan acara SUNGKEM memang lebih mampu merangkul sekolah-sekolah negeri. Beruntungnya, keduanya sukses (lewat jalan dan persepsinya masing-masing).

Semoga aku bisa menyampaikan cerita yang lebih cihuy soal ini mengenai acara di tahun 2018! Hehe. Bismillahi tawakkaltu alallah.

3. Keluarga Sastra Inggris
Muehehe. Sebetulnya diriku nggak yakin juga apakah pertemuan pertama keluarga Sastra Inggris jebolan SNMPTN dipertemukan pertama kali pada bulan April, tapi aku rasa ya dekat-dekat ini. Pertemuan dengan banyak sahabat baru yang menumbuhkan rasa percaya diri, “Aduh, kuliah! Tidak sabar kucicipi!” Persinggungan dengan Hania, Amel, dan lain sebagainya. Pada saat itu tiada terbayang olehku bila Amel dan beberapa sahabat lain akan pergi meninggalkanku secepat itu… ehehe, ke STAN maksudnya. Huhu.

Cukuplah menjadi permulaan yang membahagiakan di depan. Aku tidak tahu kalau pletuk-pletuk bahagia itu akan membawaku pada puncak kebahagiaan yang tidak terduga, saking bahagianya aku terlena, dan saking terlenanya takut-takut kuakui: aku sempat lupa pada siapa Yang Maha Pemberi Kebahagiaan. Astaghfirulloh.

Terlalu banyak hal yang bisa dikenang, tapi cukuplah beberapa dulu yang mampu tertuang.

Yogyakarta, 2 Sya’ban 1439

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *