Menggandeng Masa Lalu, Menyapa Masa Depan


Bulan spesial ini milik Yasmin dan dek Juang, dua pribadi tersayang. Dua pribadi yang setelah banyak jatuhnya akhirnya bisa menuntaskan beberapa mimpinya. Yang satu menjadi mahasiswi Psikologi UGM dan satunya menjadi siswa SMAN 1 Yogyakarta. Perjalanan panjang, up and down yang tidak jarang. Tapi memang betul kata orang, siapa sih yang bisa menjamin masa depan?

Mungkin sebelas dua belas dengan rasa raguku hari ini, juga bisa jadi pada sebagian sahabat lain di jurusan: Akan jadi apa lulusan jurusan sastra ini? Ugh. Sebab lemah kita pada pengetahuan soal masa depan, maka bijaknya kita mendekatkan diri pada Sang Pemilik Keputusan.
Tentunya secara sadar kita pahami bahwa hari kemarin maupun sekarang tidak akan menghianati diri kita sendiri. Bahkan kesemuanya perlu menjadi teman yang harapannya bisa kita perkenalkan pada masa depan. Memperlakukannya dengan baik, belajar banyak darinya, menggandengnya, dan mengajaknya bertemu masa depan sebagai teman barunya.
Menguntai baik-baik hari sekarang, demi menjadikannya baik untuk dikenang, sehingga bisa membawa kebaikan pula di masa mendatang.
Dalam tulisan di LINE beberapa waktu yang sudah dulu, tersampaikan, “Jurusan bukan bermaksud menjuruskan kita pada sebuah profesi tertentu. Melainkan akan semakin membuka pandangan bahwa siapapun kita tentunya bisa menjadi ini dan itu.” Jadi serius masih ragu?
Yogyakarta, 29 Jumadil Akhir 1439

Akhir kata: Aku baru tersadar kalau ndak banyak punya foto-foto bareng dek Juang, kecuali yang wujudnya aib. Hehe.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *