Fajar menghadiriku kembali kala itu

Di saat sesosok jiwa yang kalbunya terbakar rindu
Tertahan dalam nafsu membara
Itulah aku

Kemelut hitam mengusik damai batinku
Menghujam petir dan kilat ke arahku
Kokohnya cinta kini mulai melebur
Sendi-sendiku gemetar menahan badai cinta

Oh dua insan yang saling melabuhkan cintanya
Merangkaii cerita dalam kejauhan yang nyata

Wahai pagi buta dengan dingin menusuk
Yang mengiringi munculnya asaku untuk berjumpa
Meski kutahu kan mengambang dan hilang
Lenyap bersama matahari senja nanti

Namun panjatan itu tak pernah sungguh sirna
Kan tetap berkobar di hati kecil ini
Mereka memandang ngeri ke pemilik cinta
Namun ku tak peduli dengannya

Duhai orang sirik!
Rindu tak berhak dikatai!
Ia datang menumbuhkan kasih sayang
Dan pergi menguatkan kasih sayang


Sumber foto:
http://edratna.files.wordpress.com/2008/12/sinar-matahari-memantul-di-air-laut-yang-tenang-di-teluk-jayapura.jpg

Tinggalkan Balasan