Puisi: Ketika, Kurasa, Kau tau

Syair-syair cinta di bulan kesepuluh
Bersenandunglah hingga hitungan hari ke-dua puluh satu
Ketika badai asmara sedang menggulung ombak samudra
Ketika hembusan rindu sedang menggoyangkan semak alurku
Ketika mentari kasihmu sedang memaksa muncul mendesak mendung
Ketika semesta sedang mencium aroma berjuta rasa
Ketika gelap sedang membisu demi mendengar janji kesetiaan kita
Ketika waktu akhirnya menyisakan kau dan aku
Syair-syair cinta di bulan kesepuluh
Bersenandunglah hingga hitungan hari ke-dua puluh satu
Kurasa badai asmara sedang menggulung ombak samudra
Kurasa hembusan rindu sedang menggoyangkan semak alurku
Kurasa mentari kasihmu sedang memaksa muncul mendesak mendung
Kurasa semesta sedang mencium aroma berjuta rasa
Kurasa gelap sedang membisu demi mendengar janji kesetiaan kita
Kurasa waktu akhirnya menyisakan kau dan aku
Syair-syair cinta di bulan kesepuluh
Bersenandunglah hingga hitungan hari ke-dua puluh satu
Kau tau badai asmara sedang menggulung ombak samudra
Kau tau hembusan rindu sedang menggoyangkan semak alurku
Kau tau mentari kasihmu sedang memaksa muncul mendesak mendung
Kau tau semesta sedang mencium aroma berjuta rasa
Kau tau gelap sedangmembisu demi mendengar janji kesetiaan kita
Kau tau waktu akhirnya menyisakan kau dan aku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *