Satu Hari Saja

Waduh, judul entrinya keren ya. Jadi inget lagunya ST12 “Satu Jam Saja” hihi meskipun lagu itu gak ada hubungannya sama entri ini.

Nah, ehem-ehem, aku mulai ya pembukaan entrinya. Hehe.
Foto yang terpampang nyata di atas adalah kejadian pada tanggal 21 November 2014 tanggal spesial yang sangat berkesan……eh tunggu, jangan dicie-cie, jangan salah sangka, waktu itu bukan aku ditembak cowok. Aku masih jomblo happiness kok wkwk.
Hari itu adalah “Hari Ulangan Harian Ketiga Seni Budaya” dan sekaligus “Hari Perayaan Ulang Tahun Super Telat Tiga Makhluk Hidup Kelas X MIA EP yang Alhamdulillah Masih Pada Jomblo Semua”

Pada “Hari Ulangan Harian Ketiga Seni Budaya” kelasku ini menampilkan sebuah pertunjukkan yang mungkin gak bisa aku jelasin dengan kata-kata, karena penampilan ini dibawakan dengan berbagai perasaan. Semua seni dicampur aduk dalam sebuah panggung tegel kelas. Alhasil itu sukses, kalian takkan memahami apa arti ‘sukses’ yang aku maksud bila tidak berada dalam kesatuan kami.
Eh sorry, kenapa bahasaku jadi begindang banget ya. Hihi kebawa perasaan waktu nulis nih.

Gitu deh pokoknya, intinya sukses. Kalian bisa liat kan dari foto itu apa yang kira-kira kita tampilin, sebenernya sih drama, tapi drama kita gak mainstream. Kita mengolaborasikan berbagai seni: musik, tari, teater, seni rupa ke dalam satu momen penampilan berdurasi kurang lebih 15 menit. Kekompakannya sih baru bener-bener keluar di hari itu juga, tapi kesuksesannya masih tercium bahkan sampai hari ini. Gitu sih kalau kata hidungku. Wkwk.

Selanjutnya, kenapa kebanyakan cuma foto-foto tiga makhluk hidup [Ucup, Alma, Cahyo] itu?
Itu akan dijawab ketika kita beralih ke topik “Hari Perayaan Ulang Tahun Super Telat Tiga Makhluk Hidup Kelas X MIA EP yang Alhamdulillah Masih Pada Jomblo Semua”
Pertama, kata “super telat” aku yakin kalian tahu kenapa, tentunya karena perayaan itu sudah jauh dari hari ulang tahun mereka bertiga. Perayaan tanggal 21 November padahal ulang tahunnya pada jauh sebelum hari itu, tapi itu disebabkan adanya situasi dan kondisi yang sangat menghambat bahkan sama sekali tidak mendukung diadakannya perayaan di hari ulang tahun mereka. Kalian kepo situasi dan kondisinya? Tapi jangan ngadu ke mereka ya. Jadi begini. Mereka bertiga adalah makhluk yang sulit untuk dikondisikan, dan situasi mereka pun tidak bisa dianggap mudah untuk dibully. Ada yang pahpoh lah, ada masa bodo lah, ada yang malah buat kita gak bisa bully gitulah, ginilah, ya gitu ginilah. Pokoknya susah banget buat dikerjain. Akhirnya setelah bermusyawarah, kita memutuskan mengadakan pembullyan massal pada evaluasi Ulangan Harian Seni Budaya. Mereka dimarah-marahin habis-habisan, dikata-katain habis-habisan, diunek-unekke habis-habisan, nyampe pada kehabisan kata-kata untuk ngata-ngatain.

Seru deh pokoknya, aku gak kuat nyeritainnya, kronologinya bisa dibaca juga di blognya temenku: www.rasyaworld.blogspot.com

Di tengah adu mulut itu, tiba-tiba muncul seorang makhluk lain, sebut saja Dino, yang ujuk-ujuk dateng bawa kue ulang tahun sambil ngomong “Heh, nyoh HBD.” bukan dengan lagak orang ngucapin ulang tahun. Wkwk malah jadi kaya satpam depan yang ngusir bocah-bocah yang pada begadang di sekolah.

Tapi, apapun itu, satu hari itu really really mengangkat gejolak cintaku ke kelas ini.
And, want you say you love me too?

1 comment on “Satu Hari Saja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *