Si Pengangguran Bernostalgia

Namanya juga orang nganggur, pasti pengen cari kerjaan.
Ba’da lulus SMA, rasanya ingin bernostalgia.

Sohib pertama yang aku kenal di SMP yang berbeda. Selanjutnya tanpa sengaja kita ada di kelas yang sama. MIA-EP (MIA Ekonomi-Prancis). Namanya Aisyah Natasya. Sampai ada tiga manusia bernama Aisyah loh di kelasku, jal.

Sohib jejer di kelas 12, Kinanthi K.M. Mukanya lucu bgt. Senyumnya wagu. Polos bgt. Sumpah ini foto adalah keajaiban, biasanya sih dia nggak akan senyum semanis ini. Alhamdulillah anak Kimia UGM sekarang. Ugh, well nan!

Ada sebuah penyesalan sebelum ini karena pemilos-nya di Namche kurang kece, nggak ada tim sukses tim sukse-an kaya di sekolah lain. Kan sedih. Tapi alhamdulillah nggak tahu ide dan inisiatif siapa, tapi ada kemajuan. Sekarang udah ada sistem coblos begini nih. Kece! Kutunggu perkembangan selanjutnya.

Seingatku sih ini diambil dari kamera Jihan. Setelah 3 tahun hidup tanpa merasa punya kelompok “eksklusif” sendiri, hidup mandiri, berdikari sekali, baru sadar kalau aku butuh rumah. Butuh sahabat. Dan alhamdulillah hari itu aku sadar aku punya banyak. Jihan. Evinda. Rasya. Fatma. Lusi. Dhiar. Shania. Ifah. Ansal. Febri. Afi. Dan siapapun kamu yang belum kusebutkan namanya, saranghae! Soalnya itu baru sohib mentoring:’v

Sempet lewat SD dan begitu waw melihat keadaannya lebih keren. Sekolah gratisan yang membawaku menemui manusia-manusia alay yang membanggakan! Tetap banyak jemuran tetangga bertebaran ya ternyata wahahaa

Sahabat tak terelakkan. Sama-sama satu almamater SMP dan dipertemukan di SMA. Manusia-manusia cantik yang begitu membuat hatiku tenteram kalau bertemu. Sukses di masa depan!!!!

Mana mungkin lupa. Squad kece MIA-EP, EP1C, sampai pasutri.. udah berapa kali ganti nama coba?:( Bingung sampai-an. Terima kasih. Apa lagi selain itu? Terima kasih tidak bernilai kan ya harganya? See you on top gaes.

Ketemu di SMA lagi, jadi rindu SMP. Kan,kan, ini reuni pertama kita. Yuhuuu

Manusia terceriwis sepanjang abad. Teman jejeran yang paling membuat heboh seantero jagat. Bangga, bangga, bangga. Maafkan banyak merepotkan dirimu. Selamat ulang tahun Aisyah. 8 Mei 2017, lancar segala-galanya!
Cowok-cowok ter-alay sekaligus ter-syukuri bisa sekelas bareng mereka di tahun ketiga sekolah ini. Mereka yang lebih giat belajar malah dibanding yang cewek. Calon anak teknik, calon filsuf, calon mata-mata Indonesia! Agh! Sukses dunia akhirat!

Gagal paham juga kok bisa foto se-lebay ini-_- wkwk ini awal-awal masuk SMA dan rebutan tab-nya Dino. Akhirnya kita cari-cari cahaya yang pas. Daaaan inilah dia. Tetap saja wagu hasilnya.

Teman pertama naik trans Jogja. Seorang dreamer, seorang yang semaunya dan nggak peduli apa kata orang soal gayanya. I’m proud of you beib. Lanjutkan seperti dirimu, Febria Ero, istrinya Four! Wkwkk serah deh ya

Alhamdulillah puas insya Allah. Sukses dunia akhirat, sahabat. Uhuy
Maafkan malam ini nggak bisa menahan rindu, juga menahan alay.

1 comment on “Si Pengangguran Bernostalgia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *