Tanda Tanya Dalam Perubahan

Berubah.
Hmm, sepertinya aku sudah pernah membahas ini beberapa tahun yang lalu, di entri yang kuberi nama “perubahan”. Yah, berbicara soal perubahan sepertinya tidak akan pernah berakhir. Jelas saja, selama kita masih punya banyak waktu untuk hidup, kita akan selalu mengalami perubahan. Entah itu dalam skala tahun, bulan, bahkan tiap detiknya kita pun berubah.

Sebuah keadaan membuat sebuah alasan untuk kita berubah. Biasanya kita tersenyum dan bahagia, tapi kali ini kedua orang tua kita diambil dari sisi kita hingga mengubah senyum menjadi bungkam dan bergurat kepedihan. Biasanya kita menjadi orang yang malas-malasan belajar dan membaca buku, namun mendekati ujian kelulusan kita menyadari kalau sudah tertinggal banyak materi dibanding teman-teman lainnya, sehingga buru-burulah kita mengerjar ketertinggalan itu dengan rajin belajar siang dan malam. Biasanya kita memanggil nama seorang teman hanya dengan namanya saja, tetapi ketika ia baru saja membuat pertalian keluarga dengan kita, pernikahan misalnya, panggilan itu berubah menjadi Mas, Sayang, Suamiku, dan sebagainya.

Banyak hal yang berubah juga daripadaku. Banyak. Hingga aku tak mudah menghitungnya. Menurutku ini adalah salah satu proses pembelajaran untuk diriku, beradaptasi di setiap jalan yang aku  lalui, menentukan bagaimana tepatnya aku berlaku di setiap keadaan.

Waktu itu aku menuliskan di entri “perubahan” begitu percaya dirinya.

Sekarang aku merasa menjadi orang yang berbeda. Pemalu? Katakan saja begitu. Kenapa ya?

Ini dia, perubahan. Aku menjadi seseorang yang pendiam, yang tidak terlalu banyak ber-a-i-u-e-o, yang enggan bernyanyi atau menari terlalu ekstrim, yah, setidaknya hanya di kelasku saat ini saja. Kenapa ya?

Keputusanku ini sepertinya memang benar-benar menyesuaikan jalan, menyesuaikan keadaan. Jalanan ini menggeronjal artinya aku harus pelan dan berhati-hati. Hmm, kalau mulus sih, ya langsung nerobos. Tapi ketika ramai dan banyak orang, ya mungkin ada baiknya jalan perlahan supaya tidak bertubrukan. Menjadi pemalu dan banyak diam, ah, beginikah alasanku sebenarnya?

Aku tidak mengerti dan masih ingin mencari jawaban. Sebuah perubahan terjadi dan menyisakan sebuah tanda tanya besar di hadapanku: lalu, orang seperti apakah aku sebetulnya?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *