“Hai namaku Ahimsa, usia 20 tahun, hobi tidur pagi.”

Aaaaaaa, TIDAKKKKKK!!!

Kalimat itu sudah barang tentu tidak akan mau aku sematkan di sesi perkenalan apapun. Malu-maluin jelas. Juga, senikmat apapun saat mengerjakannya, habis itu pasti bangun-bangun aku langsung dicekik rasa bersalah sebab ngerasa nyia-nyain banyak waktu. Huehueee. Pasti, pasca itu, ingatan soal tugas UAS yang nggak kelar-kelar dan urusan lain langsung mengobrak-abrik seisi kepala.

Itu kali ya makanya sampe ada temenku yang di siang bolong kemarin aplot meme di status WA-nya, “Yang baru bangun udah ngerasa insekyur? Anda golongan kami.” Hahaha, antara lucu pengen ketawa tapi kok sedi yaaaa yang diketawain diri sendiri.

Muehee. Betuuul, ini emang lagi di tengah-tengah kondisi #studyfromhome, #workfromhome, dan suasana Ramadhan. Tapi, kok ya rasanya itu tidak bisa dijadikan alasan buat mewajarkan agenda tidur pagiku ya. Soalnya lain waktu tanpa ada drama corona maupun bulan Ramadhan, keknya aku juga bakal tetep tergoda untuk tidur pagi deh.

 

TIDUR PAGEEEE, BYE BYE LU AH
Oke, tanpa berpanjang lebar sambat dan curhat, berikut beberapa tips yang seingat aku sempat berhasil kukerjakan. Uwuwuuu.

1. Benerin atuh jam tidurnya, Sayang
Paham kok, kita sama-sama masih sekolah, masih kuliah, yang tugasnya naudzubillah. Lebih lancar pas dikerjain di detik-detik mendekati deadline. Mulai dari jam 6 sore kelar jam 23.58, yang terus ngos-ngosan buka e-mail takut kelewat jam ngirimnya.

Kadang kalau rada banyak dan harus dikumpul besoknya, yaudah rela gitu menjelma jadi makhluk noturnal. Semaleman nggak tidur. Jatohnya? Tidurnya pagi. Ini berlaku juga ke orang-orang yang walaupun udah nggak ada tugas, tep aja terjaga matanya. Susah tidur, keluhnya. Main hape atau ngehabisin drama akhirnya jadi pilihannya.

But sure, Baby, that’s not a good choice kalau dirimu memutaskan pengen berhenti tidur pagi. Kita jadi membiarkan kebiasaan itu berulang terus, seolah jadi nasib yang nggak bisa diubah.

Ayok, kamu bisa yok menggeser kembali jam tidurmu, merebut kembali kepemilikanmu atas waktu istirahat malammu. Kalau kamu berhasil tetap bangun di suatu pagi dan seharian nggak tidur untuk sibuk ngerjain sesuatu, malamnya langsung deh bilang ke dirimu, “Sumpah seharian ini capek banget, aku harus buruan istirahat malem ini.” Oke, oke? Dicoba ya.

2. Suka nonton film apa drama?
Anyway, sebelum itu, kamu sukak baca buku nggak? Oke, tos, kita sama!

Walaupun begitu, aku tep tipe orang yang kalau nemu buku serius, bakal cepet banget tidurnya hehehe, beda sama novel yang seru dan menggoncang-goncang emosi gitu. Tapi ada temenku yang dia bilang selalu bisa menikmati waktu bacanya sampai bisa ninggalin aktivitas lainnya. Gilak emang. Silahkan yang cocok dengan aktivitas baca buku, monggo banget, kuakui kalyean jos tenan.

Nah, untuk temen-temen yang kayak aku seneng hal-hal berwujud visual, kuy kita nonton film atau drama aja. Dipilih juga, jangan sampai film yang malah mempercepat tidur, wkwk. Biasanya kalau lagi nonton drama yang banyak episode dan selalu nanggung di akhir, aku seneng banget sih untuk tetap terjaga biar bisa ngelanjutin dramanya.

So, just find it! Apa yang kamu sukak sampe kamu bisa lupa sama rasa kantukmu sendiri.

3. Terima kasih, Duolingo hehehe
Aku termasuk yang anti sih sebenernya download aplikasi game di hape. Kalau di laptop atau komputer gitu gapapa. Nah, kecuali game bawaan hape, aku cuma punya satu game tambahan, namanya Duolingo. Hehe, mungkin sebagian temen-temen ada yang tahu.

Yak, itu adalah game bahasa. Dia mainnya level-level gitu, jadi ngerasa tertantang untuk nyelesein hihihi. Kalau dibilang seru, nggak terlalu sih sebenarnya. Mungkin karena aku seneng belajar bahasa, ini jadi asyik, walaupun kadang bosen.

Tapi aku bukan cuma-cuma ngenalin game ini. Kupikir, kadang yang namanya game apapun itu punya kecenderungan untuk buat kita ketagihan. Lagi, untuk mengalihkan kita dari rasa kantuk. Kalau aku pilih Duolingo, kalau kamu?

4. Racuni diri sendiri dengan sugesti
Well, semua usaha ngos-ngosan itu akan percuma ketika ada pikiran yang setia bersemayam di kepala kita, “Percuma, agenda tidur pagi nggak akan bisa kamu lepaskan begitu saja.” Huaaaa!!!

Ketika pikiran itu muncul, hanya satu yang bisa kamu lakukan: lawan! Ingat, itu cuma sugesti, cuma pikiran di kepalamu yang sebenarnya bisa diubah. Kuy, racuni dirimu dengan sugesti lain, sugesti baru, bahwa kamu bisa meninggalkan semua itu.

 

Daaan, tentu yang paling kuat adalah dengan doa. Uwuu, masyaAllah, Ahimsa. Sudah pasti hanya Yang Maha Mendengar yang paling bisa membantu kita. Segethol apapun usaha kita, bila Allah belum ridho ya tetap percuma. Tapi aku selalu percaya, apapun yang niatnya baik, dilakukan dengan cara yang baik, insyaAllah hasilnya baik. Hehehe.

Semoga usaha kita untuk mengganti hobi tidur pagi bisa dimudahkan, dilancarkan, dan menuai kebarokahan ya.

Oiya, terakhir, bisa jadi akan ada yang berpikir kalau “elah nggak tidur pagi tapi malah disuruh nonton drama sama main game, gak manfaat gak barokah banget”. Well, yeah, ini hanya tips yang harapannya bisa membantu kita mengawali pengurangan tidur pagi. Sambil kusemogakan besok-besoknya bisa diganti agenda yang lebih ‘terasa’ manfaatnya. Semangat ya!

Yogyakarta, 22 Ramadhan 1441