Tulisan, Salah Satu Strategi Dakwah Kekinian

Semakin majunya peradaban dibarengi dengan semangat masyarakat yang tidak mau ketinggalan untuk memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Saat ini melalui berbagai media orang-orang telah mudah mengakses dan berbagi banyak hal. Kemampuan menggunakan internet dan jejaring sosial seolah menjadi hal yang sangat perlu. Salah satu pemandangan yang tidak mengherankan sekarang ini ialah tengah hangatnya keberadaan citizen journalism.

Citizen journalism atau jurnalistik warga ialah masyarakat umum yang secara tidak langsung, sadar maupun tidak sadar, membuat sebuah “berita/informasi” dari sebuah kejadian yang dihadapi atau diamatinya, kemudian menyebarluaskannya melalui media internet (jejaring sosial). Hal ini tidak lagi menjadi sesuatu yang jarang sekarang. Karena adanya kemudahan akses, maka melalui berbagai jaringan sudah mudah tersampaikan informasi-informasi semacam itu. Secara tidak langsung citizen ini telah menulis dan menyampaikan sebuah berita kepada khalayak.

Adanya kebiasaan menulis oleh masyarakat semacam itu tentu saja tetap perlu diasah. Selain itu, juga masih banyak orang-orang yang memiliki semangat untuk mengembangkan bakat menulisnya. Sehingga demi mewadahi dan mengisi potensi kepenulisan ini, dimunculkanlah kegiatan I’tikaf Jurnalistik yang mengusung tema “Dakwah bil Kitabah” atau berdakwah dengan media buku (tulisan). Kegiatan berupa pelatihan sederhana ini diadakan oleh MPI PWM (Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah) Daerah Istimewa Yogyakarta bersama Korkom IMM UAD (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Universitas Ahmad Dahlan).

Meskipun bertempat di ruang Aula PWM DIY, namun kegiatan ini dinamakan I’tikaf Jurnalistik berhubung terdapat sedikit kendala ketika mengurus perizinan penggunaan Masjid Islamic Center UAD. Tetapi hal itu nyatanya tidak menyurutkan antusias peserta yang berasal dari berbagai perwakilan organisasi dan komunitas. Kegiatan ini berupa pematerian yang dilaksanakan pada Ahad, 26 Juni 2016 sedari pukul 09.00 WIB hingga menjelang waktu berbuka puasa. Materi tersebut disampaikan oleh empat senior yaitu Pak Heru Prasetya, Mas Prayudha Maghribi, Mas Ibrahim, dan Pak Robby H Abror. Kesemuanya merupakan jurnalis yang aktif dalam bidangnya masing-masing, penulisan berita hingga fotografi dalam pengambilan dokumentasi suatu peristiwa. I’tikaf Jurnalistik menjadi satu wadah tersendiri untuk memanfaatkan potensi teman-teman yang senang menulis dalam tujuan dakwah berkemajuan.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *